Jumat, 09 Mei 2014

Perjanjian Perjanjian yang mengakhiri perang dunia 2

0 komentar


1. Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)

Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:

Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.

Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).

Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).
Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.



2. Konferensi Paris (29 Juli – 15 Oktober 1946)

Konferensi Paris dilaksanakan antara Sekutu dengan Italia, Rumania, Bulgaria, Hongaria, dan Austria. Hasil Konferensi Paris ini baru ditandatangani pada tanggal 10 Februari 1947. Secara garis besar, keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Paris antara lain sebagai berikut :

Masing-masing negara yang kalah perang itu harus membayar ganti kerugian perang.
Demiliterisasi diberlakukan terhadap negaranegara yang kalah perang.
Penyerahan sisa-sisa perlengkapan perang kepada Sekutu.
Adanya jaminan integrasi bagi negara-negara tersebut.
Penetapan perbatasan-perbatasan baru bagi negara-negara tersebut.
Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali.
Jajahan-jajahan Italia di Afrika diambil alih Inggris.




3. Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)



Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:

Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional
Daerah-daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan kepada yang berhak.
Kepulauan Kuril dan Sakalin Selatan diserahkan kepada Rusia; Manchuaria dan Taiwan diserahkan kepada Cina; serta Kepulauan Jepang di Pasifik diserahkan kepada Amerika Serikat.
Korea dibagi dua dengan batas Garis 380 Lintang Utara: bagian utara diduduki Uni Soviet dan bagian selatan diduduki Amerika Serikat.
Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu. Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan





Akibat Perang Dunia II




Perang Dunia II yang berakhir dengan korban dan kerugian yang jauh lebih besar dari pada Perang Dunia I. juga membawa dampak yang luas dalam berbagai bidang, baik bidang politik, bidang ekonomi, bidang bidang sosial, maupun bidang organisasi internasional.

1. Bidang Politik

Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.

Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin.
Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, Pakta Warsawa, dan SEATO.



2. Bidang Ekonomi


Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia. Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.

Perekonomian dunia rusak, kecuali Amerika Serikat.
Amerika Serikat tampil sebagai negara kreditur utama bagi negaranegara di seluruh dunia. Oleh karena itu, dibuatlah beberapa program untuk menyalurkan bantuan berupa kredit, seperti: Marshall Plan, Truman Doctrine, Point Four Truman, dan Colombo Plan. ( Marshall Plan dibentuk untuk memberikan bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali Eropa. Truman Doctrine bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Yunani dan Turki. Point Four Truman bertujuan memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada negara-negara yang masih terbelakang. Colombo Plan merupakan program kerja sama pembangunan ekonomi dan kebudayaan di Asia Pasifik yang dibentuk di Inggris. )
Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri setelah memperoleh bantuan modal dari Amerika Serikat.




3. Bidang Sosial



Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut.

Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
Mendirikan rumah sakit.
Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
Mengerjakan kembali tanah yang rusak.




4. Bidang Kerohanian


Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.

Perjanjian Perjanjian yang mengakhiri perang dunia 2

Dongeng kancil dan buaya Dalam Bahasa Jawa (Kancil lan Baya)

0 komentar

kancil dan buaya
foto kancil dan buaya
Prastawa iki kedaden ana ing zaman peteng dhedhet ning Bumi Jawa, ora ana pepadhang saliyane srengenge, lintang lan rembulan, dunya dikebaki tetanduran rungkut lan gedhe-gedhe, nalikane alas isih jembar, wit-wit gedhe ngadheg mejejer, sawah-sawah ijo royo-royo, omah-omah manungsa durung ngebaki  lemah. Kewan-kewan isa guneman kayata manungsa. Sapa sing kuwat mesthi menang. Ing zaman kuwi ana sawijining kewan, kang awake cilik methentheng, sekel, nanging manis pawakane, yakuwi kang aran Kancil.
           Kancil kuwi kewan sing prigel, seneng srawung karo kanca-kanca kewan liyane. Saking bocah kuwi pinter, kadang kala kanca-kancane nganti salah ngira menawa Kancil ki Bocah Nakal. Kancil sing diarani nakal kuwi, sakjane ora bener. Sing bener kancil iku kewan sing pinter. Nanging menawa nemoni bebaya apa wae dheweke mesthi isa uwal, ya mung amarga pintere, wasise lan kawicaksanane. Saking pintere Kancil kerep slamet utawa uwal saka bebaya lan isa nylametake kanca-kancane saka bebaya.
*********
Ing sawijining dina, Kancil mlaku sireng-sireng dhewekan ning tengah alas Roban. Ndilalahe kok ya ndadak kepethuk Kali sing lagi banjir. Kancil katon mubeng minger nggolek cara ben isa tekan panggonan tan kena bebaya. Lagi methentheng menggalih kepiye ben isa tekan sebrang kali, dumadakan dikageti dening Baya, sing nguwasani Kali.
”Cil!!!! Piye kabarmu, apik-apik to, kok katon lemu awakmu, pakanmu apa Le, cah pinter…………….?”, kandhane Baya sok akrab ro rada meden-medeni kae.
”Wooo, apik wae Lik Baya………………….semana uga piye kabarmu, Lik?” celathune Kancil karo rada cubriya marang dheweke, atine wis krasa nek lagi ngadhepi bebaya.
”Aku kabare apik, Cil, …….ning eman, aku ki durung entuk pangan wis pirang-pirang dina iki, ora ana sing liwat ning kali iki, embuh apa dha apal pa ya nek liwat kene wedi ndhak tak brakot.
Kancil cubriyane saya gedhe lan wiwit nggolek cara ben ora kebrakot sing mbaureksa kali kuwi.
Ra let suwe ujug-ujug sikile Kancil digujengi karo Baya,”Cil, aku ngelih banget, gelem ya tak mangsa………….grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!”.
”Sik…sik Lik, kowe mau lak kandha nek aku rada lemu, mulakna kuwi engko ndhak marai kanca-kancamu ing kali iki dha ngamuk, amarga ora komanan awakku. Mendhing sesuk wae nek akeh brayatmu …………………”, kandhane Kancil karo nampel gujengane Baya.
Baya manggut-manggut, karo rada mangkel sajake, ”Yoh, engko tak kandhanane kanca-kancaku, ning tenan lho, aja ngapusi, tak oyak ning ngendhi wae kowe mlayu!………………”.
”Yo, Lik, tak enteni, sesuk isuk yo…………………”.
Baya lunga saka papan kuwi arep nggoleki kanca-kancane, karo ngobat-ngabitke buntute.
Incoming search terms:
dongeng bahasa jawa kancil , dongeng bahasa jawa , dongeng bahasa jawa kancil dan buaya , dongeng b jawa , dongeng kancil versi bahasa jawa ,


Dongeng kancil dan buaya Dalam Bahasa Jawa (Kancil lan Baya) 

7 Faktor Utama Penyebab Pikun

0 komentar


7 Faktor Utama Penyebab Pikun - Sering lupa meletakkan kunci atau dompet anda? Atau, apakah Anda sering ketinggalan membawa barang? Bisa jadi Anda tergolong pelupa/pikun.
Jika di usia muda Anda sudah sering lupa, menurut Dr. Peter Rendell dari University of New South Wales, Sidney, Australia, kemungkinan besar Anda akan lebih cepat alami kepikunan.
Perlu Anda tahu, ternyata ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat daya kerja otak menurun. Akibatnya, memori makin buruk dan daya tangkap pun lemah. 
7 Faktor Utama Penyebab Pikun
Berikut 7 faktor utama penyebab pikun :

1. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

2. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

3. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak.

4. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

5. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

6. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

7. Memikirkan banyak hal saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas otak serta dapat merusak otak.

Semoga Bermanfaat untuk Anda,
Diberdayakan oleh Blogger.